Rabu, 26 Oktober 2011

Kelas x Smt 2,Kompetensi Dasar : Berdiskusi yang bermakna dalam konteks bekerja Bernegosiasi yang menghasilkan dalam konteks bekerja

BERDISKUSI YANG BERMAKNA
DALAM KONTEKS BEKERJA
A. Diskusi dan Manfaatnya
         Untuk mengadakan  sebuah diskusi harus dipersiapkan terlebih dahulu unsur-unsur  berikut.
(1) Unsur manusia, yaitu moderator atau pemimpin diskusi, penyaji/nara- sumber/pemrasaran/pembicara, notulis/sekretaris, dan peserta diskusi Jika diskusi tidak dihadiri pembicara, orang yang bertugas membahas masalah adalah moderator selaku pemimpin diskusi.
(2)    Unsur materi, seperti topik diskusi atau permasalahan, dan tujuan atau sasaran.
(3)   Unsur fasilitas, seperti ruangan/tempat, perlengkapan, misalnya meja, kursi, papan tulis, dan kertas.
        Diskusi dapat diartikan dengan kegiatan bertukar pikiran secara lisan. Diskusi biasanya dilakukan karena ada masalah atau persoalan yang perlu dibahas dan dipecahkan. Diskusi  secara umum bertujuan untuk mencari solusi  atau penyelesaian  suatu masalah  secara  teratur dan  terarah. Yang dimaksud teratur dan terarah ialah semua unsur-unsur yang ada di dalam diskusi berfungsi, baik peserta, pembicara, maupun moderator menjalankan tugasnya dengan baik, saling bertukar pikiran secara aktif dan santun untuk mencapai kesepakatan atau penyelesaian yang baik.
         Diskusi yang baik akan membawa manfaat yang baik. Manfaat diskusi ialah:
(1)  membiasakan sikap saling menghargai
(2)  menanamkan sikap demokrasi
(3)  mengembangkan daya berpikir
(4)  mengembangkan pengetahuan dan pengalaman
(5)  mewujudkan proses kreatif dan analitis
(6)  mengembangkan kebebasan pribadi
(7)  melatih kemampuan berbicara
B.  Tugas dan Peranan Unsur Diskusi
           Setiap unsur-unsur di dalam diskusi memiliki  tugas dan peranannya masing-masing.  Agar  diskusi  bisa  berjalan  dengan  lancar  maka  setiap unsur diskusi harus menjalankan  tugas dan peranannya  tersebut dengan baik. Tugas unsur-unsur diskusi adalah sebagai berikut.
1.  Tugas Moderator/Pemimpin Diskusi
  a.  Menyiapkan pokok masalah yang akan dibicarakan
  b.  Membuka diskusi dan menjelaskan topik diskusi
           c. Memperkenalkan komponen diskusi terutama pembicara jika ada unsur         pembicara/penyaji
  d.  Membuat diskusi menjadi hidup atau dinamis
  e.  Mengatur proses penyampaian gagasan atau tanya jawab
  f.   Menyimpulkan diskusi dan membacakan  simpulan diskusi
  g.  Menutup diskusi
2.  Tugas Pembicara
  a.   Menyiapkan materi diskusi sesuai topik  yang akan dibahas
  b.  Menyajikan  pembahasan  materi  atau  menyampaikan  gagasan-   gagasan serta pandangan yang berkaitan dengan topik diskusi
  c.   Menjawab pertanyaan secara objektif dan argumentatif
  d.   Menjaga agar pertanyaan tetap pada konteks pembicaraan
3.  Tugas dan Peranan Notulis
  a.  Mencatat topik permasalahan
  b.  Waktu dan tempat diskusi berlangsung
  c.  Mencatat jumlah peserta
  d   Mencatat segala proses yang langsung dalam diskusi
  e   Menuliskan kesimpulan atau hasil diskusi
  f.   Membuat laporan hasil diskusi
  g.  Mendokumentasikan  catatan  tentang  diskusi  yang  telah     dilakukan
4.  Peranan atau Tugas Peserta Diskusi
  a.   Mengikuti tata tertib dan aturan  dalam diskusi
  b.   Mempelajari topik/permasalahan diskusi
  c.   Mengajukan pertanyaan, pendapat/sanggahan, atau usulan
  d.   Menunjukkan solidaritas dan partisipasi
  e.   Bersikap santun dan tidak emosional
  f.   Memusatkan perhatian
  g.   Turut serta menjaga kelancaran dan kenyamanan diskusi
C. Menyampaikan  Pendapat  dan  Gagasan  dalam Diskusi
           Saat menyampaikan pendapat atau gagasan di dalam diskusi, gagasan yang akan disampaikan   harus sesuai dengan topik yang sedang dibahas. Pendapat harus bersifat logis, yaitu dapat diterima oleh akal disertai alasan-alasan  serta bukti dan  fakta-fakta  sehingga pendapat yang dikemukakan dapat meyakinkan peserta diskusi yang lain.
           Pendapat  juga  harus  bersifat  analitis,  maksudnya  pendapat  disam-paikan secara sistematis,  teratur, dan mendalam serta  tidak berbelit-belit. Selain itu, pendapat juga harus disampaikan secara kreatif yaitu, apa yang disampaikan merupakan hal yang baru dan bernilai tinggi atau berkualitas. Namun,  semua pengungkapan gagasan, ide, atau usulan harus disampaikan dengan bahasa yang santun, jelas, tepat, dan objektif.
D. Menyampaikan  Tanggapan  dan    Sanggahan  di  dalam Diskusi
           Adalah  wajar  dalam  setiap  diskusi  terjadi  perbedaan  pendapat. Perbedaan pendapat di dalam diskusi menyebabkan diskusi berkembang asalkan cara menyampaikan perbedaan tersebut dengan sikap yang toleran dan saling menghargai. Jika seseorang hendak mengajukan sanggahan atau penolakan atas pendapat serta usulan peserta diskusi yang lain, sanggahan dapat   diungkapkan dengan memerhatikan hal-hal berikut.
      (1) Menyatakan    permohonan    maaf   terlebih   dahulu   sebelum menyampaikan sanggahan atau ketidaksetujuan
      (2) Memberikan  pujian  atau  penghargaan  terhadap  pendapat  yang akan ditanggapi
(3)  Menyampaikan  sanggahan  atau  tanggapan  dengan  alasan  yang masuk akal
     (4) Sanggahan diusahakan menyempurnakan atau memberikan solusi alternatif terhadap gagasan yang akan ditanggapi.
     (5)  Ungkapan-ungkapan  yang  merendahkan,  seperti,  tertolak, tidak masuk akal, pendapat orang kampung, dan  lain-lain harus dihindarkan.
           Di bawah ini adalah contoh kata atau ungkapan yang dapat digunakan untuk memberikan tanggapan atau sanggahan atas pendapat orang lain.
1.  Maaf, saya kurang sependapat ....
2.  barangkali perlu ditinjau kembali
3.  Masih ada yang kurang sesuai dengan topik permasalahan.
4.  Saya kira masih ada pilihan lain misalnya ....
5.  Maaf, pendapat saya  sedikit berbeda ....

            Tanggapan  bukan hanya memberi  sanggahan,  tapi  juga mendukung ide,  gagasan,  atau  pendapat  orang  lain  di  dalam  diskusi.  Untuk menyampaikan persetujuan atau dukungan terhadap pendapat orang lain, perlu diperhatikan hal-hal berikut.
      (1) Pernyataan dukungan diungkapkan dengan  jelas,  tidak berbelit-belit serta  dengan bahasa yang santun
      (2) Persetujuan juga diungkapkan dengan logis berdasarkan fakta dan alasan yang bisa diterima.
(3)  Persetujuan disampaikan dengan wajar dan tidak berlebihan.
(4)  Dukungan harus diungkapkan secara objektif.

             Di bawah ini adalah contoh ungkapan yang dapat dipergunakan untuk menyampaikan dukungan atau persetujuan.
1.  Pendapat Anda sesuai dengan topik yang dibahas.
2.  Saya setuju dengan pendapat Anda.
3.  Saya mendukung pendapat Saudara.
4.  Apa yang Saudara katakan sama dengan pemikiran saya.

E.  Mengambil Simpulan dalam Diskusi
             Tujuan  diskusi  adalah mencapai  hasil  berupa  kesepakatan  terhadap sesuatu atau pemecahan terhadap suatu masalah. Memberikan simpulan dalam diskusi merupakan  tugas moderator. Namun untuk merumuskan simpulan, peserta diskusi dapat diikutsertakan agar simpulan yang diambil lebih objektif dan valid.
             Secara  umum,  simpulan  dapat  diambil  dengan  melalui  penalaran deduktif  maupun  induktif.  Dalam  diskusi,  simpulan  diambil  dengan berdasarkan hal-hal berikut.
(1)  Pendapat yang dapat diterima oleh semua peserta diskusi.
(2) Data-data dan fakta yang benar dan dapat diterima kebenarannya oleh peserta   diskusi.
(3)  Segala pendapat atau gagasan yang sama dan sejalan.
(4)  Voting atau mengambil suara terbanyak dari peserta diskusi yang hadir.
(5) Simpulan diupayakan merupakan rumusan yang inovatif, solusif, dan implementatif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar